PRIMITIPISME MODERN

 "primitipisme modern" adalah istilah yg tepat utk mayoritas umat islam Indonesia, krn mereka lebih memilih mjd pasien para dukun(kayak Eyang Subur itu) dari pada mjd pasienya para ulama. dlm perkembangan kepercayaan/spiritual pd masa primitip , orang mencari Tuhan dgn cara2 berbagai ritual yg di kemas sedemikian rupa dan bukan mencari kejayaan duniawi, atau laku spiritual utk mencari "Yang Maha"tapi dlm primitipisme modern, manusia mencari kejayaan dunia lewat berbagai ritual, benda2 jimat dll atau laku spiritual utk mencari Tuhan lain.




                          KONSEP PENDIDIKAN CATUR TUNGGAL

Konsep Pendidikan yg  ideal adalah: konsep CATUR TUNGGAL atau TREEIPLE EDUCATED PLUS ONE, yaitu: pendidikan yg berorientasi 4 pilar ( siswa, Guru, orang Tua dan masyarakat) sebuah lembaga pendidikan itu hrs membuat mendorong kpd siswa , guru, orangtua murid dan masyarakat mjd semkin tambah taqwanya. susksesnya anak bkn hy hebatnya kurikulum,tetapi penguatan lembaga keluarga adalah kunci utama. demikian pula masyarakat hrs ikut bertanggungjawab mentransformasikan nilai2 luhur kpd anak2, bkn hy lemb sekolah.
jk anak sdh baik tp masyarakatnya rusak, mau apa?
maka pembelajaran dlm sebuah lembaga pendidikan bkn hy kpd siswa dan pendidik saja tp jg kpd wali murid dan masyarakat.
Sayangnya ini tak akan bisa di laksanakan oleh lembaga2 pendidikan biasa/konvensional. sebab pembelajaranya bukan dimulai jam 07.00 sampai 01.30. tetapi di mulai sejak bangun tidur sampai akan tidur.
hebatnya, pend berkonsep Catur Tunggal itu sdh di laksanakan sejak Jaman kolonial dan sampai sekarang oleh lembaga2 swasta dan individu2 yg pejuang. dan hebatnya lagi banyak mantan pejabat2 Tinggi, mantan Jendral yg berobsesi/mewujudkan lembaga2 model begini. walaupun sat mjd pejabat mengabaikan konsep pendidikan model begini.
al hasil... di era globalisai dan tehno informasi yg dasyat ini, membutuhkan strategi dan konsep pendidikn yg hebat, dan itu sdh di format oleh generasi2 nenekmoyang kita.
dan konsep tsb adalah ber akar dr budaya bangsa Indonesia.


















Komentar