Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013
                     PRIMITIPISME MODERN  "primitipisme modern" adalah istilah yg tepat utk mayoritas umat islam Indonesia, krn mereka lebih memilih mjd pasien para dukun(kayak Eyang Subur itu) dari pada mjd pasienya para ulama. dlm perkembangan kepercayaan/spiritual pd masa primitip , orang mencari Tuhan dgn cara2 berbagai ritual yg di kemas sedemikian rupa dan bukan mencari kejayaan duniawi, atau laku spiritual utk mencari "Yang Maha"tapi dlm primitipisme modern, manusia mencari kejayaan dunia lewat berbagai ritual, benda2 jimat dll atau laku spiritual utk mencari Tuhan lain.                           KONSEP PENDIDIKAN CATUR TUNGGAL Konsep Pendidikan yg  ideal adalah: konsep CATUR TUNGGAL atau TREEIPLE EDUCATED PLUS ONE, yaitu: pendidik...
 Aku aku masih berada dlm jubah para darwis yang masih ektase dalam tarianya aku masih diam dalam gerak kaki dan tanganya aku masih mencoba memahami getar  getar qolbunya yg-penuh-sesak-dgn lafadz lafadz lirih
"Manna dan Salwa" biar tak berbekas lelah dahagamu kutawarkan Manna dan Salwa dari rerumputan kebun hatiku biar kau kenang bukan sekedar nisan yg terawat dgn hias bunga tidak di tepi jalan tapi di pusara hatimu   ketika perjalanan telah melewati ufuf rindu yg berada di sunyi lorong, atau riuhnya waktu mungkin juga sepi taman sementara terik belum jua usai kau kemas maka kemana hrs berteduh? selain pd hamparan mesra cinta Illahi yg tak terbatas dan ambil saja Manna dan Salwa yg sudah tersaji                                                                        MARET   2012         "tasbih Rindu"   bening laut di dermaga yang dekat ketika bahtera berlayar menuju pulau kerinduan bersam...
Sudah-kubilang Sudah kubilang tajam lidahmu bukanlah bunga semerbak harum Sudah kubilang sinisme bukanlah buah segar ranum Sdh kubilang masam senyum bknlah rindang daun Sdh kubilang bakhil bukanlah kokoh batang Sdh kubilang zalim bknlah-tanah-yg-subur-nan-lapa ng Sdh-berapa-kali-kubilang Sampai-tak-terbilang Bukti kuberbelas sayang Yg-tak-kan hilang Saat ini maupun-yang-akan-datang
K E S E N D I R I A N Oleh : SYAH MULAWARMAN   Mentari belum jua dikemas malam Lelaki renta duduk bersama ilalang Terbenam oleh jemari   kesendirian Tiada renung tiada sendu Tiada caci maki   tiada sumpah serapah Tetapi ia yakin hidup bukan geguritan atau canda tawa Ketika semilir angin membelai rambutnya yang awut Senyumnya tergerai dan menyapa   : duhai kekasihku Ku tetap menunggumu sampai di perbatasan waktu                                                           Blora, awal juni 2013